Friday, May 27, 2011

Komisi 8

Siapa yang nggak tau Komisi VIII DPR RI ? hampir semua orang pasti tau beritanya, kalo nggak tau liat video ini 

Di video tersebut para anggota komisi VIII DPR RI yang sedang study banding ke Melbourne, Australia kebingungan ketika ditanya email resmi komisi oleh PPIA. Ini membuktikan anggota DPR tidak punya keinginan mewakili rakyat, namanya saja DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) tetapi bagaimana sekarang mereka menerima aspirasi rakyat kalau email saja tidak punya, terus mau pakai apa ? surat ? yah bisa aja, tapi kan lama. sms? kalo satu nomer doang ntar jebol akhirnya tuh HP ngehang gara2 nerima sms bejibun. Telegram? kayanya dah gak ada provider telegram di muka bumi ini. Pager? mati aja deh......

Di video ini mereka bilang email resmi staff ahli komisi VIII adalah komisi8@yahoo.com atau komisiVIII@yahoo.com atau komisidelapan@yahoo.com atau k0m15s18@yahoo.com. Ini sudah jelas kebohongan publik, masa organisasi setingkat DPR RI pake yahoo buat email resmi? bulldog abis lah. Email buat urusan negara kok pake gratisan, apa nggak gampang di hack? apalagi kalo ada orang iseng yang nyoba2  fitur security question yang digunakan ketika kita lupa password, bisa aja security questionnya "Siapa tukang ketoprak di depan gedung DPR RI? " yah semua orang juga bisa tau, tinggal samperin tuh tukang ketoprak tanyain deh tuh namanya siapa, jebol lah email resmi komisi 8. 

Umumnya jaman sekarang semua organisasi sudah punya domain sendiri, yah semiskin-miskinnya itu perusahaan bisa bikin kok yang gratisan dari gmail, malah kampus gue nyediain email buat para mahasiswa2nya dengan domain sendiri. 

Akhir kata gue cuman bisa pasrah sama DPR RI, blom mau bangun gedung 1 trilliun, padahal rakyat masih kelaperan, masih banyak sekolah rusak, jalan berlubang, air bersih gak ada, fasilitas kesehatan gak ada....

Tuhan ampunilah pemimpin-pemimpin berdosa di negeri ini
Biarlah mereka sadar bahwa mereka dipilih oleh rakyat dan harus bekerja untuk rakyat
Biarlah Engkau memberi hikmah kepada mereka ya Tuhan
Selamatkan lah neegeri ini  

2 comments: